Tampilkan postingan dengan label IPA Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA Kimia. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juni 2012

Apa Itu Pemanasan Global


"Panas banget ya hari ini!” Seringkah Anda mendengar pernyataan tersebut terlontar dari orang-orang di sekitar Anda ataupun dari diri Anda sendiri? Anda tidak salah, data-data yang ada memang menunjukkan planet bumi terus mengalami peningkatan suhu yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, Anda tentu juga menyadari makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Global Warming (Pemanasan Global). Apakah pemanasan global itu? Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pertanyaannya adalah: mengapa suhu permukaan bumi bisa meningkat?
Penyebab Pemanasan Global
Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.
Apa itu Gas Rumah Kaca?
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.
Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.

Sumber : http://pemanasanglobal.net
 Pengirim : Uswatun Hasanah

Rabu, 06 Juni 2012

Perubahan Wujud


Konsep
Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa.

Apakah benda-benda memerlukan tempat? Misal tersedia air yang
berada di dalam gelas. Tuanglah air tersebut ke dalam kaleng. Apakah
air menempati kaleng? Ternyata air memerlukan tempat atau wadah.
Selanjutnya jika air dalam wadah itu ditimbang ternyata memiliki massa.
Demikian halnya dengan udara ternyata juga menempati ruang dan
memiliki massa.
Di sekitarmu terdapat benda-benda yang dapat kamu kelompokkan
kedalam tiga wujud zat. Beberapa benda seperti besi, kayu, aluminium
termasuk zat padat. Air, minyak termasuk zat cair, sedangkan gas elpiji,
udara termasuk zat gas.
Pada prinsipnya terdapat tiga wujud zat yaitu : zat padat, zat cair dan
zat gas.
1. Perubahan Wujud Zat
Selepas kamu melakukan kegiatan olah raga tentu akan merasakan
haus. Diantara teman kamu mengajak pergi ke kantin sekolah untuk
membeli es teh. Tahukah kamu bagaimana cara membuat es? Ketika
air dimasukkan ke dalam freezer akan mengalami perubahan wujud
yaitu dari cair menjadi padat. Dapatkah kamu menjelaskan perubahan
wujud yang terjadi ketika air dipanaskan kemudian mendidih?
Perubahan wujud apa pula yang terjadi pada kapur barus yang
dimasukkan pada almari pakaian? Coba kamu temukan jawabannya!
Perubahan wujud zat digolongkan menjadi enam peristiwa sebagai
berikut.
a. Membeku

Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi padat. Dalam peristiwa
ini zat melepaskan energi panas.
b. Mencair

Peristiwa perubahan wujud zat dari padat menjadi cair. Dalam
peristiwa ini zat memerlukan energi panas.
c. Menguap

Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas. Dalam peristiwa
ini zat memerlukan energi panas.
d. Mengembun

Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi cair. Dalam peristiwa
ini zat melepaskan energi panas.
e. Menyublim

Peristiwa perubahan wujud dari padat menjadi gas. Dalam peristiwa
ini zat memerlukan energi panas.
f. Mengkristal

Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi padat. Dalam peristiwa
ini zat melepaskan energi panas.

Ketika kita membakar sebatang lilin, ke mana lilin itu pergi?
Lilin biasanya terbuat dari parafin, yaitu campuran hidrokarbon, bahan yang sering kita
jumpai dalam minyak tanah. Seperti tersirat dalam namanya molekul- molekul hidrokarbon
hanya terdiri atas atom-atom hidrogen dan karbon. Ketika bahan ini terbakar, mereka
bereaksi dengan oksigen dalam udara. Karbon dan oksigen menjadi karbondioksida,
sedangkan hidrogen dan oksigen menjadi air. Kedua hasil ini berwujud gas pada suhu
bakar, jadi semua terbang ke udara.

Popular Posts

 

© 2013 Edu Fresh. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top