Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juni 2012

KEMEGAHAN CANDI BOROBUDUR MENYIMPAN "MISTERI"

image

Siapa yang tidak mengenal kemegahan Candi Borobudur? Semua penduduk Indonesia pernah ke candi yang berdiri sekitar tahun 800 Masehi ini. Minimal mereka pernah tahu dari informasi di bangku sekolah atau media massa. Candi yang terletak di Desa Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, selama ini dikenal sebagai candi Budha yang didirikan oleh Raja Samaratungga dari wangsa Sayilendra sekitar tahun Sangkala rasa sagara kstidhara atau tahun Caka 746 (824 Masehi) dan baru dapat diselesaikan oleh puterinya yang bernama Dyah Ayu Pramodhawardhani pada sekitar tahun 847 Masehi.

Namun belakangan ada versi lain yang berkembang. Candi Borobudur disebut-sebut masih ada kaitannya dengan sejarah Nabi Sulaeman. Nah loh?  Adalah seorang ilmuwan matematika KH. Fahmi Basya bersama Team SSQ-DLA menyimpulkan hasil risetnya. Benarkah Borobudur peninggalan Nabi Sulaeman? Dalam bukunya KH Fahmi Basyra, Matematika Islam 3 (Republika, 2009), KH Fahmi Basya menyebutkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti sebagai peninggalan putra Nabi Daud tersebut. Di antaranya, hutan atau negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit, dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya Ratu Saba, dan lainnya.

Menurut Fahmi Basya, dan seperti yang penulis lihat melalui relief-relief yang ada, memang terdapat beberapa simbol, yang mengesankan dan identik dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana keterangan Alquran. Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang.

Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat. (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaannya. Di Borobudur, terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.

Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan.

Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia. (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. "Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri," katanya menjelaskan. Ditambahkannya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.

Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata 'Wana' bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.

Ketujuh, buah 'maja' yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya.  "Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr." (QS Saba [34]: 16).

Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata 'su'merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan 'Su'. Kesembilan, Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. "Pergilah kamu dengan membawa suratku ini." (QS An-Naml [27]: 28).  Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.

Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. "Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman," kata Fahmi menegaskan.

Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan, dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan Salaman, Desa Salam, dan lainnya. Dengan bukti-bukti di atas, Fahmi Basya meyakini bahwa Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. Benarkah bukti itu? Hanya Allah yang mengetahuinya. Wallahu A'lam. (dirangkum dari berbagai sumber)

Rabu, 06 Juni 2012

Kekuasaan VOC di Indonesia



Setelah berdatangan ke Indonesia, bangsa Eropa saling bersaing dalam
perdagangan. Persaingan ini sangat merugikan Belanda. Oleh karena itu, Belanda
kemudian membentuk VOC) pada tanggal 20 Maret 1602. Di Indonesia VOC memiliki
wewenang dan hak-hak yang sangat besar. Gubemur jenderal VOC yang pertama
adalah Pieter Both. Pada mulanya Ambon di pilih sebagai pusat kegiatan VOC. Pada
periode berikutnya Jayakarta dipilih sebagai pusat kegiatan VOC. Gubernur Jenderal
VOC yang kedua adalahJan Pieterzoon Coen. Pada tahun 1619 VOC menyerbu dan
membakar kota Jayakarta. Di atas reruntuhan kota itu kemudian dibangun kota baru
yang dinamakan Batavia. Untuk mengendalikan kegiatan monopoli perdagangan
rempah-rempah di Indonesia bagian timur, khususnya Maluku, diadakan Pelayaran
Hongi.
Kejayaan VOC ternyata tidak bertahan lama. Dalam perkembangannya VOC
mengalami masalah yang besar, yakni kebangkrutan. Akhirnya pada tanggal 31
Desember 1799, VOC dibubarkan. Setelah VOC dibubarkan kekuasaan kolonial di
Indonesia diambil alih Pemerintah Belanda. Untuk menjalankan pemerintahan di
Indonesia diangkatgubenur jendral Daendels. Salah satu tindakan Daendels yang
terkenal adalah dalam bidang sosial ekonomi. Beberapa tindakan Daendels telah
menyebabkan kesengsaraan rakyat. Daendels akhirnya dipanggil pulang ke Belanda.
Sebagai pengganti Danedels dikirimlah Jan Willem Janssen. Ia mulai menjabat
Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Jawa tahun 1811.
Kapitulasi Tuntang tanggal 18 September 1811 secara resmi telah mengakhiri
kekuasaan Belanda di Indonesia. Kepulauan Indonesia jatuh ke tangah Inggris. Raffles
diangkat sebagai Letnan Gubernur yang berkedudukan di Batavia. Tindakan Raffels
yang terkenal adalah dalam bidang ekonomi. Tahun 1816, Raffles telah mengakhiri
kekuasaannya di Indonesia. Pada tahun 1816 secara resmi Inggris menyerahkan
Indonesia kembali kepada Belanda. Dengan demikian Indonesia kembali berada di
bawah kekuasaan Belanda.
Setelah kembali ke tangan Belanda, Indonesia dipimpin oleh tiga orang Komisaris
Jenderal, yaitu Elout, Van der Capellen dan Buyskas. waktu itu kondisi perekonomian
Belanda sedang merosot. Menghadapi kesulitan kesulitan ekonomi itu, pada tahun
1829 Johannes Van den Bosh mengajukan Konsep Cultuurstelsel (Tanam Paksa).
Untuk dapat melaksanakan rencana tersebut pada tahun 1830 Van den Bosh diangkat
sebagai Gubernur Jenderal baru di Jawa. Dalam pelaksanaanya ternyata tanam paksa
sangat memberatkan rakyat Indonesia. Timbulah bahaya kelaparan dan kematian
di berbagai daerah. Bagi Belanda, pelaksanaan Tanam Paksa telah mendatangkat
keuntungan yang berlipat ganda.
Perlawanan Rakyat Indonesia terhadap Kekuasaan Kolonial terutama
dilatarbelakangi kesengsaraan dan kepedihan bangsa Indonesia akibat tindakan
sewenang-wenang bangsa penjajah, di samping juga semangat untuk mengusir bangsa
Asing dawi kawasan Nusantara. Tindakan sewenang-wenang dan kesengsaraan
rakyat telah mendorong terjadinya perlawanan rakyat di berbagai wilayah di Indonesia.
Perlawanan ini mula-mula terhadap kekuasaan Portugis, seperti, Perlawanan
Ternate, Perlawanan Demak, dan Perlawanan Aceh; Perlawanan terhadap VOC
seperti Perlawanan Mataram, dan Perlawanan Gowa; Perlawanan terhadap Belanda
seperti : Perlawanan Rakyat Maluku, Perlawanan Kaum Paderi, dan Perlawanan
Diponegoro.

Popular Posts

 

© 2013 Edu Fresh. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top