Tampilkan postingan dengan label IPA Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA Biologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juni 2012

Apa Itu Pemanasan Global


"Panas banget ya hari ini!” Seringkah Anda mendengar pernyataan tersebut terlontar dari orang-orang di sekitar Anda ataupun dari diri Anda sendiri? Anda tidak salah, data-data yang ada memang menunjukkan planet bumi terus mengalami peningkatan suhu yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, Anda tentu juga menyadari makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Global Warming (Pemanasan Global). Apakah pemanasan global itu? Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pertanyaannya adalah: mengapa suhu permukaan bumi bisa meningkat?
Penyebab Pemanasan Global
Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.
Apa itu Gas Rumah Kaca?
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.
Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.

Sumber : http://pemanasanglobal.net
 Pengirim : Uswatun Hasanah

Rabu, 06 Juni 2012

Pengelolaan Lingkungan Hidup


Jika pada ekosistem yang kamu pelajari melibatkan manusia pada
lingkungan, manusia berperan sebagai bagian dari komponen biotik dan
peran manusia ini besar sekali pengaruhnya terhadap kwalitas lingkungan.
Kita sudah sering mendengar kerusakan hutan, pemcemaran sungai, laut,
tanah dan udara disebabkan oleh perilaku manusia yang memanfaatkan
kekayaan alam dan kurang menyadari akan kerusakan lingkungan yang
akan ditimbulkannya. Karena ulah manusia kualitas lingkungan dapat
menurun dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia di masa
datang.
Akibat pencemaran air:
a. Zat yang memperkaya perairan sehingga merangsang pertumbuhan
mikroorganisme.
Limbah yang terkandung dalam air dapat membusuk sehingga pada
air menimbulkan bau yang tidak sedap. Akibatnya kadar oksigen
dalam air berkurang sehingga mengganggu makhluk hidup air
lainnya. Sampah organik pada air akan mengalami penguraian
melepaskan nitrat dan fosfat yang merangsang mikroorganisme
seperti ganggang akan tumbuh subur sehingga akan menutupi
ekosistem air. Peristiwa ini disebut eutrofikasi.
b. Zat-zat yang bersifat racun akan membunuh organisme yang hidup
di air
Zat yang bersifat racun contohnya pestisida yang penggunaannya
secara berlebihan sisanya dapat sampai lingkungan air. Karena sisa
pertisida itu sulit diuraikan oleh mikroorganisme. Hal ini akan
memyebabkan turunnya kandungan oksigen dalam air tersebut
Dampak penggunaan pestisida disebut biological magnification
yaitu pelipatgandaan bahan pencemar pada organisme dari
organisme tingkat rendah ke organisme tingkat tinggi dengan kadar
polutannya juga semakin tinggi.
Bagaimanakah upaya yang ditempuh untuk mengatasi pencemaran air?
Upaya mengatasi pencemaran air dilakukan sebagai berikut:
a. Pengelola industri wajib membuat unit pengelolaan limbah (UPL).
b. Menggunakan pupuk buatan dan pestida sesuai dengan dosis yang
dianjurkan.
c. Di rumah tangga wajib membuat unit pengelolaan sederhana.

1 . Pencemaran air

Tanda–tanda pencemaran air dapat lihat secara:
a. Fisis, yaitu pada kejernihan
air, perubahan suhu, perubahan
rasa, dan perubahan
warna air.
b. Kimia, yaitu adanya zat
kimia yang terlarut dan
perubahan pH.
c. Biologi, yaitu, adanya mikroorganisme
di dalam air
tersebut.

2 . Pencemaran udara

Yang menyebabkan terjadinya
pencemaran udara antara
lain: asap kendaraan, asap
cerobong pabrik, dan instalasi
nuklir atau percobaan nuklir.
Akibat pencemaran udara:
a. Meningkatnya suhu bumi
karena efek rumah kaca yaitu
meningkatnya kadar karbondioksida, yang dikenal dengan
pemanasan global
b. Gangguan pernafasan dan penyakit paru-paru.
c. Terjadinya hujan asam akibat asap yang menggunakan bahan bakar
fosil.
Hujan asam adalah hujan yang keasaman air melebihi air hujan yang
tidak kena polusi. Dampak dari hujan asam ini mengakibatkan tanah
menjadi kurang subur, merusak tanaman dan pH air turun.
d. Rusaknya lapisan ozon . Dampaknya tidak akan tersaringnya sinar
ultraviolet oleh lapisan ozon sehingga kulit mudah terbakar, timbul
kanker kulit, lensa mata mudah terkena katarak, fotosintesis
terganggu. Untuk memperlambat terjadinya pemanasan global
dengan cara mengurangi pemakaian bahan bakar minyak,
penghentian CFC pada almari pendingin.
Bagaimanakah upaya yang dilakukan untuk mengatasi pencemaran
udara? Upaya mengatasi pencemaran udara dilakukan sebagai berikut:
a. Pabrik yang mengeluaran asap membuat cerobong asap yng tinggi
agar gas pencemarnya keluar ke lingkungan berbaur dengan angin.
b. Lokasi pabrik sebaiknya jauh dari pemukiman.
c. Melakukan reboisasi untuk mengurangi kadar karbondioksida di
udara.

3 . Pencemaran tanah

Penyebab pencemaran tanah karena adanya sampah–sampah yang
tidak dapat diuraikan, seperti plastik, kaleng, dan kaca. Akibat
pencemaran tanah: kesuburan tanah menurun dan pertumbuhan
tanaman terganggu.
Upaya mengatasi pencemaran tanah, antara lain :
a. Melakukan daur ulang sampah yang tidak dapat diuraikan oleh
mikroorganime.
b. Memisahkan sampah plastik
dengan non plastik. Sampah
non plastik ditimbun dijadikan
humus.
c. Jangan membuang sampah
di sembarang tempat.
Selain pengaruh pencemaran
lingkungan, kerusakan hutan
juga mempengaruhi kualitas
lingkungan hidup. Beberapa
penyebab terjadinya kerusakan
hutan, yaitu:
a. Berladang yang berpindah–pindah.
b. Penebangan kayu secara liar.
Akibat kerusakan hutan :
a. Kondisi kesuburan tanah menurun.
b. Air tanah berkurang.
c. Peningkatan suhu tubuh.
d. Flora dan fauna terancam.
Upaya mengatasi kerusakan hutan:
a. Masyarakat harus sadar akan dampak yang ditimbulkan akibat
kerusakan hutan.
b. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memelihara hutan dan
tidak melakukan penebangan liar.
c. Melakukan tindakan yang memotivasi warga untuk bertanggung
jawab terhadap lingkungan hidup
d. Menetapkan peraturan-peraturan tentang yang mengatur penebangan
hutan.
e. Mengadakan pengawasan, pengendalian, dan pengelolaan hutan.
f. Mengeluarakan undang–undang tentang lingkungan hidup. Misalnya
Undang-undang No.4 tahun 1982 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan
Lingkungan hidup.

Mikroskop



Pada abad ke-16 berkat penemuan seorang ilmuwan, makhluk hidup
yang tidak dapat terlihat menjadi dapat terlihat dengan menggunakan
suatu alat. Alat tersebut ialah mikroskop, yang memungkinkan seseorang
dapat mengamati benda atau makhluk hidup yang tidak mampu dilihat
dengan mata telanjang. Mikroskop yang sering digunakan di sekolah
Mikroskop terdiri dari dua bagian, yaitu: adalah mikroskop monokuler atau cahaya (latin : mono = satu; oculus = mata). Mikroskop ini digunakan dengan satu mata, sehingga bayangan yang terlihat hanya mengenai panjang dan lebar benda yang diamati. Benda atau obyek yang akan diamati dengan mikroskop ini, harus memiliki ukuran yang kecil, tipis sehingga dapat ditembus cahaya. Mikroskop terdiri dari dua bagian, yaitu:

1 . Bagian mekanik

Pada bagian mekanik terdiri dari:
a. Kaki mikroskop berfungsi untuk menyangga mikroskop.
b. Pilar atau sendi inklinasi sebagai penghubung antara kaki dengan
lengan mikroskop.
c. Pengatur kondensor berfungsi untuk menarik turunkan kondensor.
d. Kondensor berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke benda yang
sedang diamati
e. Lengan mikroskop berfungsi sebagai pegangan mikroskop.
f. Engsel penggerak berfungsi sebagai penghubung lengan dengan kaki
mikroskop
g. Meja preparat berfungsi untuk meletakkan preparat yang akan
diamati.
h. Penjepit preparat atau pemegang sediaan berfungsi untuk menjepit
preparat yang akan diamati agar tidak bergeser.
i. Tabung berfungsi menghubungkan antara lensa objektif dan lensa
okuler.
j. Revolver berfungsi untuk menempatkan lensa objektif.
k. Sekrup pemutar kasar berfungsi untuk menggerakkan tabung
mikroskop secara cepat dari atas ke bawah.
l. Sekrup pemutar halus berfungsi untuk menggerakkan tabung ke arah
atas dan bawah secara lambat. Alat ini dipakai jika objek telah
terfokus dengan memutar pemutar kasar.
172 Ilmu Pengetahuan Alam - Kelas VII SMP/MTs
2 . Bagian optik

Pada bagian optik terdiri dari:
a. Dua buah cermin, yaitu sebuah cermin datar dan sebuah cermin
cekung.
Fungsi cermin adalah untuk mencari, mengumpulkan, dan
mengarahkan sinar pada objek yang diamati. Cermin datar untuk
sumber cahaya yang cukup terang dan cermin cekung untuk sumber
cahaya yang kurang terang .
b. Diafragma, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya sinar yang
dipantulkan cermin menuju ke mata.
c. Lensa objektif, berfungsi untuk memperbesar bayangan objek,
terletak pada revolver.
d. Lensa okuler, berfungsi untuk memperbesar bayangan objek, terletak
pada bagian atas tabung.
Bagaimanakah cara menggunakan mikroskop dengan benar? Untuk
dapat menggunakan mikroskop dengan benar perhatikan langkahlangkah
sebagai berikut:
a . Menemukan lapang pandang dengan mengatur penyinaran
Untuk menghasilkan lapang pandang adalah dengan mengatur
cermin sambil melihat lensa okuler agar sinar masuk ke diafragma,
sehingga menghasilkan pemantulan yang optimal. Bagian yang
terang berbentuk bulat dinamakan lapang pandang.
b .. . Mengatur fokus mikroskop atau bayangan dengan perbesaran lemah
Letakkan preparat di atas meja preparat, dijepit dengan penjepit
sambil mengamati mikroskop dari samping tabung mikroskop
diturunkan dengan pemutar kasar, lakukan secara hati-hati hingga
lensa objektif tidak menyentuh preparat. Kemudian lihatlah melalui
lensa okuler dan dengan perlahan-lahan naikkanlah tabung
mikroskop sehingga objek terlihat jelas. Setelah objek tampak,
putarlah pemutar halus ke depan atau ke belakang sehingga
mendapatkan bayangan sebaik-baiknya. Perbesaran mikroskop
diperoleh dengan cara mengalikan angka pada lensa objektif dengan
angka yang tertera pada lensa okuler. Misalnya 5x lensa objektif 10x
lensa okuler maka perbesarannya 50x.
c . Mengatur fokus mikroskop (bayangan dengan perbesaran kuat)
Untuk memperoleh bayangan, dapat dilakukan dengan mengubah
lensa objektif yang memiliki perbesaran lemah dengan yang lebih
kuat. Misalnya lensa objektif perbesaran 5x dapat diganti dengan
10x atau 40x dengan memutar revolver sampai terdengar suara
terdetak. Pemutar halus diputar ke depan atau ke belakang agar
diperoleh objek yang lebih jelas.
d . Mengatur Mikroskop dengan posisi disimpan
Setelah mikroskop selesai digunakan, aturlah mikroskop dengan
posisi siap disimpan dengan cara sebagai berikut :
1) Tabung mikroskop dinaikkan.
2) Preparat diambil.
3) Lensa objektif terlemah diturunkan serendah-rendahnya diputar
persis sampai lubang meja mikroskop.
4) Diafragma ditutup kembali.
5) Kondensor diturunkan dan cermin dalam posisi tegak.
6) Angkat mikroskop dengan hati-hati tangan kanan memegang
lengan mikrokop dan topang kaki mikroskop dengan tangan kiri
kemudian masukkan ke tempatnya dan dikunci.
Cara membuat preparat:
1) Membuat preparat tanpa penyayatan:
Untuk membuat preparat basah tanpa penyayatan, misalnya pada
waktu pengamatan mikroorganisme yang ada dalam air.
Caranya: air yang akan diamati, diambil dengan pipet tetes dan
tempatkan pada kaca obyektif dan tutup dengan kaca penutup,
amati dengan mikroskop.
2) Membuat preparat dengan penyayatan:
Membuat preparat pada organ tubuh organisme, misalnya
penampang daun, batang, akar, otot dan lain-lain
Caranya: menyayat organ setipis mungkin, untuk membuat
sayatan yang baik dan tipis dengan alat yang disebut mikrotom,
tetapi bila tidak mempunyai mikrotom dapat dengan
menggunakan silet yang tajam.

Macam-Macam Gerak pada Tumbuhan


Secara umum gerak pada tumbuhan dapat dibedakan
menjadi gerak yang dipengaruhi oleh arah datangnya
rangsang dan gerak yang tidak dipengaruhi oleh arah
datangnya rangsang (gerak nasti). Gerak yang dipengaruhi
oleh arah datangnya rangsang terdiri atas gerak seluruh
tubuh (gerak taksis) dan gerak tumbuh (gerak tropisme).
Supaya lebih jelas, berikut akan dijelaskan mengenai
taksis, tropisme, dan nasti.
1. Taksis

Gerak taksis merupakan gerak seluruh tubuh tumbuhan
menjauhi ataupun mendekati sumber rangsangan. Gerak
taksis pada umumnya terjadi pada tumbuhan tingkat rendah
sebab tubuhnya tidak menempel pada tempat tertentu.
Jenis gerak taksis biasanya dinamai berdasarkan jenis
rangsangnya. Misalnya, disebut fototaksis jika rangsangannya
berupa cahaya dan kemotaksis jika rangsangannya berupa
bahan kimia. Gerak taksis yang mendekati arah datangnya
rangsang sering disebut gerak taksis positif sedangkan gerak
taksis yang menjauhi datangnya rangsang disebut gerak
taksis negatif.
Contoh gerak kemotaksis adalah gerak spermatozoid
tumbuhan lumut dalam ruang arkegonium saat membuahi
sel telur. Gerak kemotaksis ini dirangsang oleh glukosa yang
terdapat di ruang arkegonium.
2. Tropisme

Gerak tropisme merupakan gerak sebagian tubuh
tumbuhan, baik mendekati maupun menjauhi arah datangnya
rangsang. Seperti halnya pada gerak taksis, gerak
tropisme juga dinamai berdasarkan jenis rangsangannya.
Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak tropisme di bagi
menjadi fototropisme, hidrotropisme, dan geotropisme.
Fototropisme merupakan gerak yang dipengaruhi
oleh rangsang berupa cahaya. Hidrotropisme merupakan
gerak yang dipengaruhi oleh rangsang berupa air. Adapun
geotropisme merupakan gerak yang dipengaruhi oleh
rangsang berupa gravitasi bumi.
Secara umum gerak tropisme seringkali dibedakan berdasarkan
arah gerakan tumbuhan. Gerak tropisme yang
mendekati arah datangnya rangsang disebut tropisme positif,
sedangkan gerak tropisme yang menjauhi arah datangnya
rangsang disebut tropisme negatif. Dapatkah kamu
memberikan beberapa contoh gerak tropisme pada
tumbuhan?
3. Nasti

Gerak nasti berbeda dari gerak taksis dan gerak
tropisme yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah
datangnya rangsang. Gerak nasti merupakan gerak bagian
tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan, tetapi ditentukan oleh tumbuhan itu
sendiri. Contoh gerak nasti adalah seismonasti, fotonasti, dan
termonasti.
Seismonasti merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh
rangsang berupa sentuhan atau getaran. Contohnya pada gerak
menutup daun putri malu setelah disentuh. Adapun fotonasti
merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang berupa
cahaya. Gerak fotonasti ini contohnya adalah pada kembang
sepatu (Hibiscus rosasinensis), yang mekar pada siang hari
dan menguncup pada malam hari. Contoh gerak nasti lainnya
adalah termonasti. Termonasti merupakan gerak nasti yang
disebabkan oleh rangsang suhu.

Minggu, 03 Juni 2012

Jenis Jenis Hujan


Berdasarkan proses terjadinya dibedakan tiga jenis hujan, yaitu hujan zenithal, hujan orografis, dan hujan frontal.
1)  Hujan Zenithal
Hujan zenithal atau hujan konveksi terjadi karena udara yang mengandung uap air naik secara vertikal. Udara yang naik secara vertikal ini kemudian mengalami penurunan suhu, sehingga uap air yang dikandungnya berubah menjadi titik-titik air (kondensasi), dan akhirnya titik-titik air itu  jatuh ke bumi menjadi hujan.
2)  Hujan Orografis
Hujan orografis terjadi karena massa udara yang mengandung uap air dipaksa mendaki lerengpegunungan, sehingga disebut juga  hujan naik pegunungan.
3)  Hujan Frontal
Hujan frontal terjadi di daerah pertemuan antara massa udara panas dan massa udara dingin. Massa udara panas akan naik di atas massa udara dingin sepanjang bidang miring (daerah front), karena massa jenisnya lebih kecil dari pada massa udara dingin. Hujan front  banyak terjadi di daerah lintang sedang.
4)  Hujan siklonal
Hujan siklonal terjadi karena pengaruh angin siklon. Angin siklon adalah angin yang berputar menuju ke titik pusat. Sedangkan angin yang berputar keluar dari titik pusat disebut angin anti siklon. Lihat gambar berikut.
Hujan yang terjadi karena pengaruh angin yang berputar (siklon) yang sangat berbahaya, karena sering menimbulkan bencana yang berupa tornado dan siklon tropis “Hurricane”. Kedua badai itu sering melanda Amerika Serikat (USA).
sumber: http://imagination-my.blogspot.com

Sansevieria


Assalamu'alaikum teman-teman. Kali ini aku akan mencoba untuk membahas tanaman yang sangat bermanfaat bagi kita, nama tanaman ini adalah Sansevieria atau biasanya di namai dengan nama Lidah Mertua ( Tapi temen - temen ane bilangnya sensefera, hahahha).
Ternyata banyak banget kegunaan dan juga manfaatnya misalnya untuk menyerap kotoran - kotaran yang ada di udara (aqw nggak tau yang sesungguhnya seh, hahhahaha, tapi kemungkinan begitu)
Langsung aja nih dia dari artikel tetangga.

Banyak kota–kota di dunia memiliki kualitas udara yang buruk. Zat-zat pencemar udara yang paling sering dijumpai di lingkungan perkotaan adalah SO2, NO dan NO2, CO, O3­­, SPM (Suspended Particulate Matter) dan Pb (Lead). Polutan-polutan tersebut juga menyebabkan hujan asam, global warming, dan anomali iklim El Nino-La Nina yang merusak lingkungan hidup. Hal ini menyebabkan filter polutan secara alami sudah jauh berkurang sehingga menyebabkan kanker paru (Bronchogenic Carsinomas).
Kanker paru di Indonesia menduduki peringkat 4 kanker terbanyak dengan prognosis buruk. Kanker paru di perkotaan dapat disebabkan oleh paparan polutan (xenobiotik). Polutan yang gagal dimetabolisme dengan metabolisme xenobiotik akan menyebabkan mutasi pada gen supresor tumor. Mutasi menyebabkan penonaktifan gen supresor tumor seperti gen p53. Akibat hal ini maka sel paru menjadi sel kanker berprofeliferasi sehingga menyebabkan terjadinya kanker paru.
Dari etiopatogenesis tersebut maka penulis mencoba mencari data tentang tanaman hias yang dapat mendukung terapi preventif kanker paru berbasis kesehatan lingkungan. Data tersebut diperoleh dengan menggunakan metode metaanalisis dengan pengumpulan berbagai referensi ilmiah terkait. Kemudian data dianalisis dan dikaji baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
Dari hasil studi literatur diketahui bahwa tanaman yang potensial adalah lidah mertua (Sansevieria sp). Sansevieria sp memiliki zat aktif pregnane glikosid (Purwanto, 2006). Polutan yang telah diserap kemudian dikirim ke akar, pada bagian akar, mikroba melakukan proses detoksifikasi. Proses detoksifikasi ini mempergunakan zat aktif pregnane glikosid. Melalui proses ini, mikroba akan menghasilkan suatu zat yang diperlukan oleh tanaman seperti asam amino, gula, dan asam organik. Setelah didetoksifikasi juga dihasilkan udara yang telah bersih.
Sansevieria sp mampu menyerap polutan derivat hidrokarbon seperti formaldehid sebanyak 0,938 mikrogram/jam, jadi untuk ruangan 100 m2 cukup ditempatkan Sansevieria laurentii dewasa berdaun 4-5 helai. Untuk ruangan dengan volume 100 m3 (panjang x lebar x tinggi = 5 x 5 x 4 m3) dapat ditempatkan Sansevieria dewasa sebanyak 5 helai sebagai penetralisir udara tercemar agar ruangan tersebut bebas polutan.
Konsep ecocity mampu menyediakan lahan hijau terbuka yang lebih luas untuk ditanami Sansevieria sp sehingga bisa mendukung untuk mengoptimalkan fungsi Sansevieria sp. Selian itu kosen ini mampu meningkatkan kesdaran masyarakat akan pentingnya kesehatan lingkungan.

Sansevieria atau lidah mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari. Sansevieria memiliki daun keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing.
Sanseviera dikenal dengan sebutan tanaman lidah mertua karena bentuknya yang tajam. Sanseviera tak hanya sebagai tanaman hias, tapi juga memiliki manfaat untuk menyuburkan rambut, mengobati diabetes, wasir, hingga kanker ganas. Sementara seratnya digunakan sebagai bahan pakaian. Di Jepang, Sanseviera digunakan untuk menghilangkan bau perabotan rumah di ruangan.
Dibanding tumbuhan lain, Sanseviera memiliki keistimewaan menyerap bahan beracun, seperti karbondioksida, benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene.
Sansevieria dibagi menjadi dua jenis, yaitu jenis yang tumbuh memanjang ke atas dengan ukuran 50-75 cm dan jenis berdaun pendek melingkar dalam bentuk roset dengan panjang 8 cm dan lebar 3-6 cm. Kelompok panjang memiliki daun meruncing seperti mata pedang, dan karena ini ada yang menyebut Sansevieria sebagai tanaman pedang-pedangan.
Tumbuhan ini berdaun tebal dan memiliki kandungan air sukulen, sehingga tahan kekeringan. Namun dalam kondisi lembap atau basah, sansiviera bisa tumbuh subur.
Warna daun Sansevieria beragam, mulai hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak, dan warna kombinasi putih kuning atau hijau kuning. Motif alur atau garis-garis yang terdapat pada helai daun juga bervariasi, ada yang mengikuti arah serat daun, tidak beraturan, dan ada juga yang zig-zag.
Keistimewaan lidah mertua adalah memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan. Penelitian NASA bekerja sama dengan ALCA telah menemukan bukti-bukti bahwa tanaman ini secara alami mampu mengurangi polusi tersebut.
Ditinjau berdasarkan jenisnya sansevieria ada dua jenis yakni yang pertama yaitu sansevieria keturunan asli/spesies sedangkan yang kedua adalah jenis hasil persilangan/hibridasi yang bisa disebut dengan jenis sansevieria hibrid.
Dari bentuk hibrid inilah sansevieria akan tercipta dengan karakter dan fisik yang berbeda dari induknya atau yang sering disebut dengan spesies hibrid atau sansevieria hibrid. Mutasi sansevieria juga dapat terjadi dari perbanyakan melalui stek daun.
sumber: http://imagination-my.blogspot.com 

Dikotil dan Monokotil


 
Dapat di ketahui bahwa perbedaan yang mencolok antara tumbuhan dikotil terletak pada berkas pembuluh, berkas pembuluh pada tumbuhan dikotil terlihat lebih teratur, sedangkan berkas pembuluh pada tumbuhan monokotil terlihat berkas pembuluh yang tidak teratur. Berkas pembuluh terdiri dari xylem atau suatu alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut sari makanan dan unsur hara dari tanah keseluruh tubuh tumbuhan dan floem yaitu berkas yang berfungsi sebagai pengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh tubuh tumbuhan (Aryuliana, 2004).
Menurut literatur pada akar tumbuhan dikotil, di antara xylem dan floem terdapat kambium, sedangkan pada akar tumbuhan monokotil di antara xylem dan floem tidak di jumpai kambium. Kambium merupakan titik pertumbuhan sekunder kearah dalam membentuk xylem dan kearah luar membentuk floem. Sedangkan pada batang monokotil memiliki ikatan pembuluh angkut dan anatomi batang muda dan batang tua sama. Dan untuk batang dikotil memiliki ikatan pembuluh angkut dan anatomi batang muda dan batang muda berbeda yaitu di temukannya empelur pada batang muda dan sebaliknya pada batang tua (Atinirmala, 2006).
Dan secara umum dapat pula dikatakan bahwa tumbuhan dikotil memiliki ciri berupa akar tunggang, bentuk tulang daun menjari, tidak di temukannya tudung akar, bunga kelipatan 5 dan biji berkeping 2(dua), sedangkan pada tumbuhan monokotil memiliki ciri berupa akar serabut, bentuk tulang daun sejajar, di temukannya tudung akar, bunga kelipatan 3 dan biji berkeping 1(satu)
sumber:  http://imagination-my.blogspot.com


Popular Posts

 

© 2013 Edu Fresh. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top